AZAZEL The DEVIL

Oleh

Crazy Math Teacher

 

Azazel, jin idola diantara para jin dan malaikat, saat itu sedang asik mengitari sosok patung yang digadang-gadang akan jadi the next khalifah[1] on the earth. Empat puluh tahun adalah waktu yang ditentukan sehingga jasad patung itu mengering sempurna. Selama itu pula, Azazel dengan gigih mempelajari patung yang ada di hadapanya. Di telitinya seluruh bagian tubuh. Tak luput juga bagian lubang hidung, mata, mulut, anus, kemaluan hingga pori-pori pada kulit patung itu. Azazel pun mendapatkan kesimpulannya, bahwa sosok ini kelak akan menjadi mahluk yang lemah dan mudah ditipu daya dari banyaknya lubang yang memungkinkannya untuk berlalu lalang.

***

“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.(Al-Hijr : 27)”

Jauh sebelum manusia diciptakan, Allah sudah lebih dahulu menciptakan Jin. Sama seperti manusia, mereka juga diberi petunjuk dan pengetahuan oleh Allah untuk bekal menjadi khalifah di muka bumi. Unfortunately, Jin tidak mampu menyelesaikan tugasnya. Saat masih betugas, Jin serta keturunannya lupa akan tujuan diturunkannya mereka ke muka bumi. Bukanya menjadi khalifah, Mereka justru disibukkan dengan perebutan harta dan banyak berbuat kerusakan. Kemudian Allah dengan kuasaNya mengutus malaikat agar turun ke bumi untuk menghentikan tugas para Jin di bumi. Jin dianggap gagal menjadi khalifah, dan kemudian -menurut riwayat- Jin dan keturunannya itu diasingkan ke pulau-pulau terpencil yang ada di bumi. Kecuali satu, dia adalah Azazel.

Azazel adalah jin yang selama hidupnya menyembah Allah. Saat semua Jin tidak mampu memegang teguh hukum Allah, dialah satu-satunya yang berhasil menjalankan misi menjadi seorang khalifah hingga akhir tugas kekhalifahan Jin di bumi. Sebagai ganjarannya Allah mengakatnya ke langit pertama dan tinggalah Ia di surga bersama para malaikat. Semenjak saat itulah selain menjadi idola para Jin, Azazel juga menjadi idola para malaikat.

***

Dua ribu tahun setelah kejadian itu Allah berfirman kepada malaikat tentang rencanaNya yang akan menciptakan manusia untuk Dia jadikan sebagai khalifah di bumi. Malaikat yang mengetahui sejarah Jin di bumi tentu menyangsikan rencana Allah, tapi kemudian Allah segera menegaskan kepada Malaikat bahwa IlmuNya adalah yang paling luas, Ia mengetahui apa-apa yang tidak diketahui mahlukNya. Kronologinya kini bisa kita lihat dalam Surat Al-Baqarah :30

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Tentu ini menjadi teguran keras bagi malaikat ketika itu dan juga kita sebagai manusia yang saat ini sering dengan sengaja melalaikan bahkan tidak mematuhi perintahNya.

Setelah mengabarkan rencanaNya, Allah memerintahkan Jibril, Mikail, dan Israfil secara bergiliran untuk mengambil berbagai macam jenis tanah untuk dijadikan bahan baku calon khalifah ini. setelah tanah-tanah itu terkumpul kemudian Allah campurkan kesemua jenis tanah itu dengan campuran air Surga hingga menjadi bentuk patung manusia. Tidak lupa Ia tambahkan segenggam tanah surga sebagai bahan baku organ hatinya. Patung itu dibiarkan selama empat puluh tahun sampai mengering sempurna.

Firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 26,

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Mendengar kenyataan ini, Azazel merasa kejayaanya mulai terancam. Azazel tidak senang terhadap mahluk yang hendak Allah jadikan khalifah ini, apalagi setelah diketahuinya mahluk ini hanya terbuat dari tanah. Tidak sebanding dengannya yang terbuat dari api. Sebagaimana kita tahu, Azazel bukanlah mahluk yang tak berilmu. Allah sudah pernah mengajarkannya tentang ini dan itu sewaktu bangsa jin hendak diutus untuk menjadi khalifah di bumi sebelum manusia. Maka dengan pengetahuannya itu Ia gunakan waktu yang ada untuk mempelajari seluk beluk dan mencari kelemahan calon khalifah baru ini. Hingga tiba saatnya “Kun!!!”[2] Hiduplah Adam, sang manusia pertama.

Tidak sama seperti kita, manusia yang menangis pada saat kelahirannya, Adam justru bersin seketika. Setelah itu Adam berucap “Alhamdulillah” [3] dan inilah hal pertama yang membuat Azazel dan para malaikat melongo heran. Kemudian Allah menjawab tahmid Adam dengan “Yarhamukallah” [4] setelahnya malaikat mengikuti dengan ucapan yang sama.

Adam digambarkan sebagai manusia tertampan yang pernah ada. Semua malaikat terpesona akan ketampanannya. Ia juga digambarkan sebagai mahluk yang berpengetahuan luas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Disamping itu, ia pun memiliki kelemahan yang diwariskan kepada kita hingga saat ini, kelemahannya adalah salah dan lupa. Itulah mengapa kita selalu diminta untuk selalu bertaubat dan memohon petunjuk jalan yang lurus.

***

Kemudian Allah dengan kuasanya, memerintahkan Azazel dan semua Malaikat untuk bersujud[5] kepada Adam. Semua malaikat bersujud, kecuali Azazel. Azazel enggan bersujud kepada mahluk yang terbuat dari tanah karena Ia dianggap tidak lebih baik dari pada dirinya yang terbuat dari Api. Dengan sombongnya ia menentang perintah Allah, dan enggan sujud kepada Adam. Sejak saat itulah, Azazel mendapatkan gelar Iblis. Kisah ini diceritakan dalam al-Qur’an surat Taha’  ayat 116 Allah berfirman :

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.”

Lebih lengkap lagi percakapan Allah dengan Iblis dapat kita temui dalam Q.S Al-A’raf  ayat 12-18,

“Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.”

“Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.”

“Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.”

“Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,”

“kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”.

Kesalahan Iblis menjadi berlipat-lipat. Setelah ia sombong dengan enggan sujud kepada Adam, ia tidak segera bertuabat setelah Allah menegurnya. Iblis malah menjawab retorika Allah yang sebenernya tidak perlu Ia jawab jika Ia memahami. Menolak tunduk kepada perintah Allah menunjukan bahwa Iblis merasa Ilmunya lebih luas dari Ilmu Allah. Padahal siapa yang memberinya ilmu ini dan itu kalau bukan Allah SWT?

Setelah kejadian itu Allah mengusir Iblis dari surga, namun dengan angkuhnya Ia malah meminta kepada Allah agar hukumannya ditangguhkan sampai hari dibangkitnya manusia setelah kiamat. Dan dia mengancam akan membuat anak keturunan Adam menjadi orang-orang yang tersesat.  Sungguh Iblis adalah mahluk yang berputus asa dari rahmat Allah. Inilah daftar kebodohan iblis yang akhirnya merunyamkan dirinya serta anak keturunannya.

***

[1] Pemimpin yang selama hidupnya hanya menyembah Allah, dan berhukum pada hukum Allah, serta menegakannya kepada yang dipimpinnya.

[2] Jadilah

[3] Segala Puji Bagi Allah

[4] Allah menyayangimu

[5] Bersujud sebagai tanda penghormatan